Ke Candi Gedoeng Songo

Published September 16, 2011 by Rahma Yudhistira

Dalam perjalanan ke Purbalingga aku mampir ke Candi Gedoeng Songo yang dibangun  di dataran tinggi Gunung Ungaran.

Dinamakan gedoeng songo karena bercandi sembilan, jadi dinamakan gedoeng songo karena bahasa jawanya sembilan adalah songo.

Candi Gedoeng Songo dibangun dengan bahan dasar batu , di dalam candi itu lembab, ada juga ukiran ukiran batu di temboknya, ada yang di tengahnya ada mejannya ada juga yang tidak, tapi kesembilan candi ada sebagian candi yang sudah runtuh, jadinya kalau kita berkunjung kesana hanya tiga kawasan yang bisa di kunjungi tapi urutannya : candi 2 lalu ke sumber air panas, candi ke 5 setelah itu ke candi 3, jika kita jalan kaki untuk menuju candi candi itu pastinya kita capek jadi kita bisa menyewa kuda untuk naik ke sana supaya tidak capek.

Banyak orang yang berkunjung kesana tidak pernah tutup, untuk tiket masuk 5000, lalu paket naik kuda keliling 50.000 untuk 1 kuda dan 1 pembimbing. Bila kita tidak jadi juga tidak membayar.

Udaranya disana udaranya cukup dingin kalau siang udaranya panas, tapi anginnya besar.

Di dekat sumber air panas ada kolam renang air panas, air panasnya mengandung belerang, banyak pengunjung yang menyempatkan mandi disana, air panas yang mengandung belerang ini bisa menghilangkan kotoran di tubuh dan menyembuhkan penyakit kulit.

Disana ada taman bermain , arena out bound, villa yang disewakan untuk umum, arena camping dan pasar oleh oleh dan toko souvenir. 

Pemandangan di sana indah sekali, karena dari atas, kita bisa melihat Rawa Pening  Ambarawa dari kejauhan.

ejauhan.

Pulang Kampung

Published September 16, 2011 by Devi Yudhistira

Ke semarang

Ketika pergi kesana macet buanget di tol masuk cirebon 3 jam di tol. 

Bayangin deh, tol itu kan tempat supaya jalannya lancar tapi ini berhenti selama 3 jam.

Terus aku nggak tau lau lho kalau dari brebes  sampai pemalang suasananya kayak gimana, tau nggak kenapa ? karena aku tidur selama itu terus di pekalaongan baru bangun.

Aakhirnya di kota batang udah nggak sabar karena ingin nyampe.

Aku pergi setelah isya sampai semarang setelah berbuka.

Woow! Sudah 23 jam terus  sampai rumah mbah putri satu jam kemudian berarti 24 jam di jalan lho !

Aku mudik tgl 27 Agustus 2011.

Back to School

Published August 7, 2011 by Devi Yudhistira

Tokoh  tokoh

Alya

Tokoh utama dari cerita ini dia duduk di bangku kelas 3 SD, orangnya baik hati maka ia memiliki banyak teman di kelasnya dia juga pandai dalam pelajaran kesenian dia pandai menggambar, menyanyi, melukis dan mewarnai, maka ia di idolakan oleh teman temannya tetapi, ada seorang anak yang tidak suka padanya karena iri namanya eyrlina, dia sombong karena dia kaya raya, tapi eyrlina itu bisa dibilang ‘B O D O H’ karena dia perilakunya kurang baik jadinya bisa jadi karena itu. Nah kembali ke Alya, walau kaya raya tapi dia berhati tulus jadi bisa jadi dia pintar karena itu, Alya sering diberi hadiah oleh ayah dan ibunya karena Alya pintar dan tidak sombong atas kekayaan dan kepintarannya, tapi kali ini Alya mau membuka rahasianya yaitu sebenarnya dia itu hanya memiliki beberapa jilbab dan ia suka oleh Aryl si ketua kelas sebenarnya ia ganteng jadi Alya suka sama dia lagi pula Alya itu cantik juga lho! eh Eyrlina itu sebenarnya suka sama Aryl jadi terkadang dia sering cemburu melihat Alya melihat aryl seperti itu.

Syifa

Dia sahabatnya Alya dia duduk sebangku dengannya Syifa itu sangat mengidolakan Alya dia juga pintar dia memiliki dua orang kakak yang sering menggodanya hingga menangis jadi dia agak cengeng.

Amira

Dia cantik kulitnya putih, rambutnya coklat dan ikal di bawah, dia berbolamata coklat kinclong paokaknya dia cantik, dia disukai banyak laki laki.

Bu Erline

Dia baik cantik dia memiliki anak yang masih kecil lucu, sekarang bu Erline mengajar IPA, kesenian, IPS, IT & Bhs. Arab.

Bertemu dengan Presiden SBY

Published April 10, 2011 by Rahma Yudhistira

assalamu’alaikum. wr. wb

Hai! namaku Rahma umurku 8 th aku ingin bercerita tentang aku ingin ke rumah tante, jadi gini  ceritanya, pertamanya aku kepengen pergi ke rumah tante di jalan mogok ( di rest area), jadi kita masuk ke mall, kita makan dan berjalan jalan, aku menenok ke bawah banyak sekali petugas berbaju hitam  ternyatadi saku ada tanda pengenal dan di kerah ada lencana emas rambutnya cepak telinganya mereka memakai alat. Kata mama itu adalah alat untuk ber komuikasi dengan petugas petugas lain ,  setelah aku shalat di musholla aku melihat presiden sedang makan ketika aku turun presiden masih makan, ketika presiden makan aku melihat motor besar besar dan mobil kawal, aku berfoto didepan mobil presiden, ketika presiden turun habis makan bersama istri, anak, cucu & pengawalnya aku bertemu di bawah, ” hai bapak presiden ” kata mama “ia halo assalamu’alaikum ” kata pak presiden.

Perasaan ku sangat senang bisa meli hat pak presiden dari dekat itu juga kebetulan setulnya aku ingin salaman tapi aku malu sudah begitu juga tidak di bolehkan oleh para pengawalnya, setelah itu aku ke indo maret deh

wassalamu’alaikum wr. wb

Nonton Film pas aku kecil

Published March 20, 2011 by Rahma Yudhistira

Pertamanya, aku kan rumahnya di Johar, terus aku umurnya masih 1 tahun. Di sana ada tante Rina, mama, ayah, sama aku. Rafif sama Syafa belum lahir.

Ternyata aku sering ngompol pas masih kecil.Pas mandi selalu pakai balon. Balonku banyak banget loh, boneka aku juga banyak. Terus aku suka cium2 boneka tweety. Aku waktu itu belum dipanggil kakak, tapi mama panggil aku masih adek.

Aku sukanya baca, tapi cuman liat gambarnya doang, suka ambil pensil buat nulis di kertas. Aku jarang tertawa. Rambutku keriting banget.

Waktu itu ada temen aku namanya mas Adit, suka coret-coret tembok di kamar.

Habis itu, pas Rafif udah lahir, kan aku ikut lomba di TPA aku. Rafif juga ikut lomba. Aku lomba masukin gelang-gelang sesuai urutan. Rafif lomba merangkak, sempet berhenti akhirnya menang juara 2.

Pas mama pengen beli rumah di Cibubur, aku minta kertas sama marketing, terus dikasih bolpen tapi aku buang, soalnya sebenarnya aku mintanya kalkulator.

Seneng banget liat aku kecil, tapi lucu juga soalnya sering ngompol.

Belajar bikin maket

Published March 20, 2011 by Rahma Yudhistira

Hari Sabtu, aku pengen bikin maket kamar. Terus aku mulai mengukur panjang tinggi tempat tidurku.

Pas ngukur tinggi kamar aku kesusahan, jadi dibantuin sama ayah.

Selesai ngukur, aku belajar tentang ‘skala’ sama mama. Lalu aku bikin maket dengan skala 1:20 (cm).Aku menghitung ukuran maketnya. Ternyata harus bisa pembagian untuk membuat maket.

Pertamanya bener, terus seharian kasurnya nggak selesai-selesai. Padahal itu berdua sama Rafif. Tapi akhirnya cuman bikin 2 kasur.

Habis itu, isi kamar lainnya juga belum dibikin, cuman tempat tidur doang yang udah dibikin. Bahannya dari kardus, cat, gunting, lem.

Aku senang soalnya sudah bisa bikin maket, walaupun cuman tempat tidurnya doang.

Aku nanti pengen ngelanjutin lagi, bikin meja belajar upin-ipin aku.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.